Pages

Minggu, 26 Mei 2013






335 PESERTA UJIAN TIDAK LULUS
   


SERANG, BP - Pengumuman kelulusan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat tahun pelajaran 2012-2013 akan diumumkan secara serentak hari ini. Untuk Banten, Kabupaten Tangerang menempati posisi teratas untuk jumlah siswa yang tidak lulus UN dan sedangkan Kota Cilegon menjadi yang paling sedikit.
Berdasarkan rekapitulasi hasil UN yang diperoleh BANTEN POS dari Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Banten, dari 115.803 peserta UN, jumlah kelulusan tahun ini mencapai 99,71 persen. Dari keseluruhan peserta, 335 peserta atau 0,29 persen diantaranya dinyatakan tidak lulus.
Untuk jumlah peserta UN yang tidak mendapatkan kelulusan, Kabupaten Tangerang menempati posisi tertinggi. Jumlahnya mencapai 126 siswa atau 0,44 persen dari 14.806 peserta. Sementara Kota Cilegon menjadi wilayah dengan jumlah ketidaklulusan terendah, karena hanya lima peserta UN yang dinyatakan tidak lulus.
Sementara, untuk prosentase kelulusan tertinggi, Kota Tangerang menempati posisi teratas dengan 99,95 persen. Dari 24.065 peserta UN, hanya sebelas peserta yang tidak lulus. “Yang tidak lulus itu hanya 11 siswa, terdiri dari 1 orang siswa SMK, 10 siswa SMA, dan siswa MA lulus seratus persen,” ujar kepala Disdik Kota Tangerang, Tabrani.
Sedangkan prosentase terendah dihuni Kabupaten Pandeglang dan Lebak yang sama-sama mencapai prosentase kelulusan 99,44 persen meski jumlah kelulusan berbeda. Di Kabupaten Pandeglang, jumlah siswa tidak lulus 63 orang atau 0,56 persen dari total peserta 6.528 siswa. Sedangkan di Kabupaten Lebak siswa tidak lulus berjumlah 56 siswa atau 0,56 dari peserta UN 6. 596.
Sementara itu, siswa tidak lulus di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebanyak 34 orang atau 0,23 persen dari jumlah peserta 6.546 peserta, di Kabupaten Serang 29 atau 0,22 persen dari 8.543 peserta. Sedangkan Kota Serang yang tidak lulus 11 orang atau 0,33 persen dari 3.656 peserta dan Kota Cilegon sebanyak 5 orang atau 0,08 persen dari 3.656 peserta UN.
Kepala Dindik Provinsi Banten, Hudaya Latuconsina mengatakan, tingkat kelulusan siswa di Provinsi Banten mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen dibanding tahun pelajaran 2011-2012. “Tahun ini prosentasi kelulusan kita (Banten, red) 99,71 persen, sedangkan tahun 2012 lalu hanya 99,60 persen,” katanya.
Dia menjelaskan, secara resmi pengumumam UN akan dilaksanakaan pada Jumat pagi (hari ini, red) oleh masing-maisng satuan sekolah di kabupaten/kota. “Pengumuman kepada siswa dilakukan oleh pihak sekolah. Dan   kami harap bagi siswa yang lulus, untuk tidak merayakan dengan melakukan kegiatan negatif seperti mencoret-coret pakaian serta membuat  keributan dijalanan,” katanya.
Hudaya juga berharap kepada siswa yang tidak lulus untuk bersabar dan tetap bertawakal dengan melakukan tindakan positif, serta tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. “Kami mengimbau kepada siswa siswi tidak lulus, untuk mengikuti ujian Paket C yang akan diselenggarakan pada Bulan Juli mendatang,” ujarnya.
Namun jika siswa dan siswi yang ikut ujian paket C, tidak mendapatkan kesempatan mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). “Pelaksanaan paket C bulan Juli, sementara pedaftaran SBMPTN dimulai tanggal 13 Mei sampai dengan 7 Juni,” terangnya.
Sementara itu Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Daud Fansuri mengaku, belum begitu mengetahui tentang detail jumlah kelulusan dan siswa SMA yang tidak lulus karena masih dalam proses rekapitulasi dan kemungkinan baru akan diketahui besok pagi. Namun secara persentase kelulusan tahun ini terdapat peningkatan dibanding tahun lalu.

“Saya belum tahu detailnya tapi persentase kelulusan jika dibandingkan tahun lalu mengalami peningkatan dari tahun lalu. Persentase kelulusan lalu sebesar 99,74 persen sedangkan tahun ini sebesar 99,95 persen,” tuturnya.(DWA/RUS/PRAMITA/ENK/BNN)


0 komentar:

Posting Komentar